Cerita Sex Dark Secret II : Revenge – Part 13

Cerita Sex Dark Secret II : Revenge – Part 13by on.Cerita Sex Dark Secret II : Revenge – Part 13Dark Secret II : Revenge – Part 13 Chap 4 Faint Part 1 ~ ~ ~ * * * ~ ~ ~ Galang memeriksa file yang dikirimkan Andri kepadanya. Ketika file itu sudah berhasil didownload dan diextractnya. Ternyata beberapa file video dan gambar. Dengan penasaran dibukanya satu file video dan nafasnya memburu dengan cepat. Antara […]

multixnxx- Hikaru Kirameki Hikaru Kirameki enjoys s-3 multixnxx- Hikaru Kirameki Hikaru Kirameki enjoys s-4 multixnxx- Maki Koizumi Maki Koizumi with big chest-0 (1)Dark Secret II : Revenge – Part 13

Chap 4
Faint
Part 1

~ ~ ~ * * * ~ ~ ~
Galang memeriksa file yang dikirimkan Andri kepadanya. Ketika file itu sudah berhasil didownload dan diextractnya. Ternyata beberapa file video dan gambar. Dengan penasaran dibukanya satu file video dan nafasnya memburu dengan cepat. Antara marah dan terangsang!

Di video itu terlihat dua orang gadis yang hanya tinggal mengenakan pakaian dalam saja sedang bergumul dengan bernafsunya. Gadis-gadis itu…

Galang POV

Sejenak aku ingin tak percaya dengan video yang ada ditanganku. Namun wajah mereka begitu jelas divideo itu. Wajah yang masih terlalu muda!

Huuuftttttt…. Pantas saja Herman tak bisa berkutik…

Pikirku sambil melihat lagi detail video itu. Terlihat wajah Tasya dan Desy merah padam menahan gairah. Keduanya terlihat menikmati apa yang mereka lakukan walaupun sorot mata mereka seperti melayang.

Gairah? Ataukah… Apa mungkin ini akibat dari…?

Kalau begitu ini semua sudah mereka rencanakan agar Herman menjauh dari kasus itu. Dengan sumberdaya mereka, tentu tidak sulit untuk melakukan ini.

Bisa kurasakan darahku bergejolak memikirkan perbuatan mereka yang tega melakukan ini semua kepada gadis-gadis seperti mereka!

Kuambil sebuah benda dari kantong celanaku. Sebuah alat yang bisa mengclone handphone dari sesorang. Intinya, dengan alat ini, aku bisa membuat duplikat dari handphone.

Kupandangi rumah yang asri itu, rumah yang dulunya sering aku singgahi, rumah yang memberikan banyak kenangan yang indah dalam hidupku yang muram.

Seorang gadis terlihat keluar dari pintu pagar rumah, dengan senyumnnya yang ramah gadis itu melambai kepada orang yang ada didalam rumah.

Gadis itu, Tasya.

Spoiler for Ilustrasi:

Wajahnya masih imut seperti dulu, namun bagian tubuhnya yang lain sudah bertambah dewasa. Bibirku terasa kering ketika teringat akan video yang aku tonton barusan.

Kulihat dia tidak terlalu banyak berubah, masih terlihat wajah nakalnya dibalik seragam SMA yang dikenakannya. Dengan rok diatas lutut dan kemeja yang ketat, entah berapa lelaki yang akan terpikat olehnya.

Namun bukan itu yang menjadi fokusku sekarang, namun tas kecil yang ada disampirkan dipundaknya. Tas yang kemungkinan besar berisi handphone yang aku perlukan!

Kukenakan topi warna hitam dan kukancingkan jaket dengan warna senada yang kupakai. Setelah memastikan wajahku tidak terlhat, kulihat keadaan sekeliling.

Aman!

Dengan langkah pelan kuikuti langkah kecil Tasya yang dengan asyiknya berjalan didepanku. Sesekali wajahnya terlihat dari samping. Mulut mungilnya terlihat bermain-main dengan sebuah permen karet yang sekali-kali digelembungkannya.

Tak berapa lama kami tiba di gang kecil yang kalau tidak salah berdekatan dengan sebuah SMA.

Jarak antara kami semakin dekat dan ketika sudah tibah dipertengahan gang itu dengan cepat aku berlari memepet Tasya dari belakang. Dalam sepersekian detik, tanganku dengan cepat mengeluarkan sebuah cutter dari kantongku dan memtong tali tas Tasya. Sebelum Tasya tahu apa yang menimpa dirinya, dengan membawa tas tu aku telah sampai diujung gang dan dengan cepat kususuri gang-gang yang banyak ada disana.

Jambrettt…Tolongggggg! Jambreetttt!

Samar masih bisa kudengar suara Tasya yang berteriak minta tolong dikejauhan.

Dengan cepat aku memeriksa tas Tasya, seperti dugaanku handphonenya ada disana. Kukeluarkan kartu SIM yang ada didalam handphone itu dan memasukkannya kealat yang diberikan oleh Andri kepadaku. Setelah selesai kumasukkan kembali handphone itu kedalam tas dan mengambil dompetnya.

Kubuang tas itu di pinggir jalan, begitu juga dengan jaket dan topi yang kupakai, kubuang disalah satu tong sampah yang ada dipinggir jalan. Dengan cepat aku melangkah ke salah satu toko terdekat dan melihat keadaan diluar.

Tak berapa lama kudengar langkah kaki orang banyak mendekat dan diantaranya terdapat Tasya.

“Eh ini ada tas, ” kata salah seorang lelaki paruh baya yang mengejar sambil menunjuk kepinggir jalan.

“Eh ini tas saya pak,” kata Tasya dengan senang dan mengambil tasnya lalu memeriksa isi tasnya itu.

Wajahnya kemudian berubah murung ketika melihat dompetnya tidak ada.

“Dompetnya tidak ada,huh!” dengus Tasya sambil mengambil HPnya dari dalam tas.

“Wah, masih untung HPnya gak diambil mbak, lain kali jangan lewat jalan yang sepi-sepi mbak, ” kata salah seorang yang warga.

“Tapi tumben loh ada jambret sekitar sini,” kata warga yang lain.

Perlahan kerumunan warga itu bubar ketika mereka tidak melihat jejak si jambret digang-gang yang sayangnya banyak terdapat disekitar tempat itu.

Dengan ujung mata kulihat mereka pergi dari depan toko tempat ku berbelanja. Setelah membeli sebotol air mineral dan membayar dikasir, aku keluar dan berjalan menjauh dari tempat itu.

Setelah cukup jauh dari tempat itu, kubuka dompet Tasya. Dan…

Plokkkk….

Sebuah benda yang dilapisi alumunium foil terjatuh…

Sebuah kondom!

~ ~ ~ * * * ~ ~ ~
Andri POV

Kubuka kelopak mataku yang terasa berat. Silau sinar matahari yang menerobos dari celah tirai kamar membuat aku mengambil selimut lagi.

Pagi yang malas….

Ddrrttt…Ddrrttt…Ddrrttt…

Suara sms yang masuk ke handphone membuatku dengan malas mengambilnya.

“Siapa nih pagi-pagi dah sms…,” gumamku sambil melihat layar handphone.

Pengirim : Gilang

Paket sudah didapat. Aku bawa kesana nanti.

Dengan mata yang masih malas untuk terbuka aku duduk dipinggir ranjang.

Satu langkah lain lagi.

Kulirik jam di handphone, 08.00. Sudah siang rupanya.

Saatnya bekerja!

Setelah selesai mandi dan memaki pakain seragam sopir, aku beranjak kepintu ketika kudengar suara langkah kaki didepan pintu.

Mungkin Putri… Pikirku. Namun tak lama itu terbantahkan ketika kudengar suara ketukan di pintu kamar Putri.

Tok…tok…tok…

Dengan pelan kubuka pintu aku lihat dua orang polisi sedang berdiri didepan kamar Putri.

Polisi? Ada apa ini?

Author: 

Related Posts

Comments are closed.