Cerita Sex Tepian Hati – Part 14

Cerita Sex Tepian Hati – Part 14by on.Cerita Sex Tepian Hati – Part 14Tepian Hati – Part 14 TEPIAN HATI : TEPIAN HATI Prolog Cinta sejati adalah cinta yang memberi sayap sayap pada pasangannya Sesosok orang yang tengah memandangi pantulan wajahnya di cermin kamar mandi, wajahnya yang terlihat begitu kacau dan tak terawat, sementara dia memandang kosong bayangan di cermin itu, tak ada senyuman, tak ada kesedihan di […]

Tepian Hati – Part 14

TEPIAN HATI : TEPIAN HATI Prolog

Cinta sejati adalah cinta yang memberi sayap sayap pada pasangannya

Sesosok orang yang tengah memandangi pantulan wajahnya di cermin kamar mandi, wajahnya yang terlihat begitu kacau dan tak terawat, sementara dia memandang kosong bayangan di cermin itu, tak ada senyuman, tak ada kesedihan di wajahnya hanya ada pandangan polos, pandangan yang memiliki sejuta arti di dalamnya. Sebuah buku diary tergeletak di sisi nya.. sebuah diary yang terlihat begitu kusam, diary yang mengandung berjuta cerita, berjuta kenangan tergurat di dalamnya.

Ada kata yang tak terucap dari bibir lelaki itu, bibir yang telah begitu kering, tubuhnya yang berisi terlihat begitu kosong, kakinya seolah lelah menopang tubuhnya yang telah lemah, entah berapa lama lelaki ini tengah menyiksa dirinya, duduk tertunduk diatas kloset, dia menyentuh bekas luka di dadanya. Sebuah bekas jahitan, sebuah jahitan yang menyelamatkan hidupnya selama ini. Sebuah siksaan yang harus dijalaninya sepanjang hidupnya, rasa bersalah yang tak kunjung padam..

Sebuah rasa bersalah yang mencabut seluruh sayap yang ada di tubuhnya dulu, siksaan yang membawanya termenung tepat di tepian hati.

######
Senyumnya, wajahnya, bibirnya yang halus dan tatapan matanya yang manja aku selalu mengagumi kecantikan wajahnya yang lugu, lelaki itu memeluknya erat seolah enggan melepaskannya dibalik kemudi mobilnya, disalah satu lantai gedung yang begitu tinggi dan sepi ini, suasana malam yang menampilkan begitu banyaknya lampu yang menyala menerangi malam yang semakin larut..

Sayang.. malu ah, kalau ada yang lewat gimana ? , yang lain juga kan nungguin di dalem bisik gadis yang tengah dipeluknya itu.

Terlambat, lelaki itu melumat bibir lembut gadis itu, tangan lelaki itu mulai bergerak liar di bagian dada pasangannya, sementara gadis itu mulai bereaksi, berusaha menolak bagaimana tangan lelaki itu yang berusaha masuk melalui belahan gaunnya yang begitu rendah, tangan lelaki itu yang mulai menelusup masuk mencari puncak dari dada gadis itu memainkannya perlahan, hingga suara desahan lembut terdengar pelan dari bibir gadis itu, gadis itu berusaha terlihat dari mimikinya untuk tidak terbuai dengan permainan sang pria, namun pria itu tak kehabisan akal, ia menarik tangan gadis itu tepat ke atas kemaluannya, sementara tangan lelaki itu kian berusaha keras memberikan rangsangan demi rangsangan hingga gadis itu pun menyerah.

Jari-jari mungil sang gadis yang mulai berusaha membuka kancing celana dari pria disampingnya, tangannya yang ikut masuk menyentuh kemaluan sang pria yang sudah menegang. Jemarinya mulai bergerak di kemaluan lelaki itu, sementara lelaki itu merasa tak cukup, ia menciumi gadis itu lagi dan lagi membuka gaun gadis itu melepaskan dada gadis itu, menciumi dan mencari puncaknya mengigit halus yang membuat gadis itu mendesah tak karuan. Belum cukup sampai disitu lelaki itu berusaha menarik turun wajah gadis itu tepat ke depan kemaluannya.

Gadis itu menolak, iya tahu apa yang diinginkan oleh laki-laki itu, tapi bisikan dan rayuan yang terucap dari bibir pria itu membuatnya menyerah.

Perlahan dia menunduk, menurunkan kepalanya menyambut kemaluan lelaki itu dengan bibir halusnya, perlahan lidahnya mulai bergerak menyapu kemaluan lelaki itu, keduanya mulai terbakar oleh birahi yang menguasai pikiran mereka, tanpa mereka sadari sepasang mata menatap tajam apa yang tengah dilakukan oleh sepasang manusia itu.

Tatapannya yang seolah tak pernah lepas memandang tiap gerakan yang dilakukan oleh keduanya.

###
Wah udah mulai duluan, padahal kita baru aja dateng.. Rey dan Cheryl memasuki sebuah ruangan yang memang khusus di sewa untuk merayakan ulangtahun Jack hari ini, sebuah balkon yang memperlihatkan dance floor yang begitu di sesaki oleh pengunjung yang datang.

Salah sendiri telat dateng Sambut yang lain.

Dentuman suara yang begitu kencang dari speaker yang berada di pojok-pojok ruangan, orang-orang yang tengah asyik mengoyangkan tubuhnya mengikuti irama music, kilatan-kilatan lampu yang menyorot membelah gelapnya ruangan.

Yang ulang tahun malah sedih gini, gimana sih Rey menepuk pundak Jack yang berdiri di pojok balkon memandang dance floor di lantai bawah.

Hahahaha.. mabuk kayaknya gw.. mulai pusing nih Jack beralasan, wajahnya sama sekali tidak memerah, sementara gelas di tangannya berisi Orange Juice, wajahnya yang terlihat begitu kecewa sambil sesekali memandangi layar ponselnya, melirik jam disana.

Edison ikut merangkul Jack, sambil memukul kecil bahunya.. Udahlah sekarang rayain ultah loe dulu aja, bayar mahal-mahal tapi ga nikmatin buat apa.. Edison mengambil gelas di tangan Jack, dan menggantinya dengan sloki tequila.

Kamu tuh, orang lagi mabuk juga, malah masih aja di suruh minum-minuman keras gitu gimana sih protes seorang gadis cantik disebelahnya. Gadis itu mencubit lengan Edison dengan keras

Udah ci, udah sakit gitu liat kan.. seorang gadis cantik lain dengan wajah yang sama persis dengan gadis yang sedang mencubit Edison membantu Edison melepaskan diri dari cubitan cicinya itu.

Edison dengan tangan kanannya langsung mengosok-gosokan lengan kirinya yang kesakitan di cubit kecil oleh gadis itu..

Sakit banget sih Jess.. dah ga sayang lagi ya sama aku ? Protes Edison yang masih kesakitan.

Kamu sendiri yang begitu, udah tahu orang lagi banyak pikiran malah dipaksa ke tempat kaya gini.. Omel gadis cantik itu,

Iya Jessica Irina, emank ini ide aku.. tapi kan yang bayar si Jack, dan dia mau berarti dia emank mau happy-happy di hari ulang tahunnya.. Edison membela diri.

Ah, kamu tuh paling pinter ya cari alesan.. Omel Jess lagi

Hahaha, untung ya.. yang pacaran sama gw, Adenya yang baik gini.. bukan nenek lampir kaya gitu.. Vic yang dari tadi diam sambil memainkan ponselnya, ikut larut dalam perbincangan sambil mencium kecil pipi Mellisa.

Ich, kamu main cium-cium aja.. apaan sih.. lagi enak aja ngatain cici aku nenek lampir.. Mell mencubit perut Vic sambil melepaskan diri dari pelukan Vic.

Awww.. sakit tahu.. Vic menjerit lebay..

Aaaaa.. sakit yang. ?? Maaf ya.. Mellisa terlihat benar-benar panic

Iya sakit.. Vic pura-pura kesakitan Tapi boong.. Dan sekali lagi Vic mencuri cium pipi Mellisa

Udah, pada ngmonk terus aja dari tadi, Seorang lelaki dengan wajah indo menuang minuman ke dalam beberapa sloki dan membagikan kepada teman-temannya yang berada di ruangan itu.

Cheryl menatap aneh pada lelaki itu, seolah tak suka dengan bagaimana pria itu yang hanya menitipkan sloki itu pada Rey, tidak memberikannya langsung pada dirinya seperti bagaimana dia membagikan gelas itu satu persatu pada orang yang berada diruangan itu.

Nah, sekarang Ryan yang jadi setannya Jessica mengambil sloki yang di berikan oleh Ryan sambil tersenyum kecil

Udah-udah.. daripada ribut lagi, sekarang berdoa dulu aja buat temen kita ya Edison mengambil alih suasana. Mereka termenung sesaat, sebelum mengangkat gelas itu tinggi-tinggi dan meminum habis minuman keras itu.

Uhuk uhuk Jack terbatuk, sambil mengambil air mineral di atas meja.. meminumnya habis dan membawa segelas Jus melangkah keluar balkon.

Lanjut dulu ya, gw mau ke toilet sebentar Jack beralasan, sementara yang lain kembali sibuk dengan pasangannya masing-masing.

Melangkah keluar perlahan, sambil membuka satu kancing di lehernya yang mungkin membuatnya sedikit agak panas, Jack menaiki tangga selangkah demi selangkah yang membawanya ke lantai teratas gedung itu, dia menyenderkan dirinya ke dinding menatap jauh ke sebuah papan iklan yang terpasang di gedung disebelahnya.

Sebuah papan iklan billboard besar dengan seorang gadis cantik yang tengah tersenyum sebuah endoser produk elektronik, Jack menatap tenang iklan itu, sambil memencet tombol-tombol ponselnya satu persatu, mengetikan satu kata demi kata sebelum di memencet satu tombol lain, menghapus semua pesan itu.

Ada dua hal yang harus lu sadarin Jack. Edison yang tiba-tiba datang sambil meneguk cocktail yang dibawanya.. keduanya menatap billboard yang menampilkan foto Karen itu.

Yang pertama, kalau loe emank mencintai dia. Lu harus membuang semua harga diri loe, kejar dia..
Jack hanya menatap diam sesaat..

Yang kedua ?? tanyanya pelan

Yang kedua, loe bukan Yoon Ji Hoo yang lagi liatin mantannya yang jadi artis di luar negri, bener-bener ga cocok..

Jack hanya tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu, Sial loe katanya singkat sambil tersenyum

Eh sorryyy seorang gadis cantik membuka pintu menuju lantai teratas yang kosong itu, tangannya menutup ponsel di tangannya, langkahnya yang terburu tadi seolah mengisyaratkan kalau dia tidak mau orang yang berada di balik telepon sana tahu dia berada dimana.

Jack membuat tanda bulatan dengan jarinya, sambil melangkah menuju tangga turun, Edison megikutinya member kesempatan agar gadis itu bisa leluasa mengatakan apa yang ingin dikatakannya pada orang di ujung teleponnya sana.

Gadis itu menunduk berterimakasih sementara Jack hanya tersenyum saat melewatinya, sementara Edison sampai lebih dulu ke balkon dan melanjutkan pesta ulang tahun itu.

###
Ryan baru saja menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur, menyalakan lampu tidur di sebelahnya saat seseorang mengedor pintu kamarnya.

Setengah mengantuk dia melihat jam di sebelahnya, hampir jam 4 pagi, terbangun dia menggaruk-garuk kepalanya sambil membuka pintu itu.

Kamu apa-apaan sih ?? Gadis itu langsung meledak sesaat setelah Ryan membuka pintu.

Loh Cher.. Rey mana ?? Tanya Ryan.. sementara Cheryl langsung masuk dan duduk di kursi dekat meja belajar Ryan.

Ryan pun bergegas mengunci pintu sebelum ada yang melihat.

Kenapa sih Cher ?? Ryan tampak binggung

Cheryl diam sesaat menatap mata Ryan dalam-dalam yang seolah sedang berbohong

Kamu yang kenapa, dingin banget tau ga sama aku.. Cheryl terlihat begitu marah

Cher kita dah bahas berkali-kali.. Ryan mengambil bantal kepala dan memeluknya.

Apa Ry, apa yang kita bahas ?? ga ada solusi Cher tampak begitu kesal

Ya emank belum ada solusi masalah kita, gw akuin kita melakukan kesalahan waktu itu.. tapi tapi loe tau kan .

Tau apa Ry ? tau kalau kamu sahabat Rey, tau kalau kamu dan aku cuma sahabatan, tau kalau aku dah jujur sama perasaan aku ke kamu, tau semua masalah aku sama Rey, atau tau kalau kamu masih mencintai Jenny ??

Cheryl menitikan air mata kekesalannya, yang membuat Ryan salah tingkah

Cheryl mengambil dompet Ryan dari atas meja, membukanya dan memperlihatkan sebuah foto di dalam dompet itu.

Liat Ry, liat foto ini.. Cheryl meminta Ryan melihat sebuah foto di dompetnya sendiri.
Ryan berusaha mengelak.

Ini kan, ini jawaban kamu kan selama ini..

Ryan masih diam tak menjawab

Pliz Ry, pliz bicara Pinta Cheryl

Iya Cher, iya itu foto kamu Ryan akhirnya menjawab setelah dipaksa berulang kali

Berarti kamu, kamu menjawab perasaan aku kan.. tanya Cheryl lagi

Hanya diam bisu yang menjawab..

Mungkin Cher, mungkinn.. Jawab Ryan sesaat kemungkinan

Cheryl menghapus air matanya, melompat memeluk Ryan yang duduk di pojok ranjangnya.

Dia mencium kening Ryan tipis, memeluknya erat.. sementara tangan Ryan tak menjawab pelukan itu, dia diam wajahnya terlihat kosong, ribuan pertanyaan terlintas dalam pikirannya.

##
Jack dapet SMS dari Karen ? Tanya Jessica yang sibuk membereskan ranjang di kamar Edison, dia telah menganti gaun pestanya dengan baju tidur tipis yang memperlihatkan keindahan tubuhnya.

Engguak kayaknya belum Jawab Edison terbata dengan mulut penuh busa, yang masih sibuk menggosok giginya di kamar mandi.

Hmmm.. belum ya mungkin Jess menarik selimut sambil merebahkan dirinya diatas kasur itu.

Edison melompat dan memeluk Jess hangat mencium bibir kekasihnya itu.

Ich dasar.. Jess tersenyum Sekarang udah berani gini ya, dulu aja kenalan aja takut..

Yahhhh diungkit lagi.. sebel deh Edison langsung membelakangi Jess, berpura marah.

Hehehehe,, dasar kamu marah-marah terus deh.. Jess memeluk Edison sambil mencium bibirnya.

Abis kamu jahat, jadi inget juteknya kamu dulu huh Balas Edison sambil menjitak kecil kepala Jess

Ughhh sakit tau.. dasar Jess manja memegang kepalanya yang sama sekali tidak sakit

Dasar, sini aku tiupin Edison meniup kening Jess yang tadi pura-pura di jitaknya, sementara Jess mengambil kesempatan itu untuk mencium bibir Edison.

To Be Continued
##
Eh sorry ya Tadi jadi ganggu kalian.. Gadis cantik itu menunduk melewati Jack yang seolah sengaja menunggunya di pintu tangga turun,

Gapapa koq, ga ngmonk yang penting juga. Jawab Jack sambil tersenyum, ia menunjuk, membuat sebuah garis di bawah mata sebelah kirinya, seolah member tahu pada gadis itu ada sesuatu di bawah matanya.

Hah ?? gadis itu terburu membersihkan wajahnya yang mungkin sedikit kotor..

Dia memperlihatkan wajahnya pada Jack, bertanya apakah dia berhasil membersihkan kotoran itu

Jack menggeleng dan melangkah mendekat, menaruh lengan tangannya ke wajah gadis itu, sambil tersenyum dia mencoba membersihkan kotoran palsu di wajah gadis itu yang mulai memerah.

Done.. Jack tersenyum setelah kebohongannya itu berhasil

Makasih ya.. Wajah gadis itu memerah sambil melangkah turun

Eh, sory boleh tahu namanya ? Kejar Jack

Angella, Angella Chrstie Gadis itu membalas jabatan tangan Jack

Jacksen Andres Jack tersenyum, sambil mengeluarkan ponselnya keduanya pun bertukar nomor ponsel sebelum kemudian kembali ke ruangan bawah yang penuh kebisingan dan berpisah.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.